Tag Archives: puisi

Sahabat Terbaik Dalam Penantian

Waktu, bukan lah sahabat terbaik untuk menemani dalam penantian

Ia tak mengenal terlambat dalam setiap tragedi

tak peduli lebih tepatnya

 

Ia berjalan sendiri, melangkah konstan

dengan ketukan yang selalu sama

Continue reading

Salah Adegan

Adegan telah dimulai

Roll film telah tergulung merekam tiap moment

Para penonton meyimak tiap alur cerita

Bertepuk tangan riuh, kala adegan bahagia

Ikut dalam tangis dikala adegan sedih

 

Panggung termegah

 

Tapi

Oh Tuhan….

Apakah aku telah keluar dari skenario yang engkau tetapkan?

Atau memang aku memang berperan seperti ini?

 

Ya, ini pilihan ku

Berperan seperti ini dipanggung megah MU,

bersama milyaran aktor lainnya

 

Semoga, tiap adegan ku

menghadirkan senyum

menyembuhkan hati

menghadirkan butir-butir harapan

pada tiap pasang mata yang menyaksikan

 

dan

Semoga aku tak sia-sia ikut serta hadir dalam panggung megah ini

Kekonyolan yang Ku Nikmati

Berapa lama lagi ku mampu bertahan

Entah berapa lama….

Membiarkan mu berjalan di dua koridor bersamaan, tapi bersebrangan

Memupuk cemburun ku yang kian megah

Tetes air mata yang rinai, deras, hingga kini kering. Tak lagi dapat menangis

 

Kian lama hati ini menjadi bebal akan cemburu

Biar kan, asal kau tetap bersama ku

Membutakan mata akan ego…

 

Aku tak memilih jalan lain

Meski tau akan sakit

Aku tak memilih untuk berbelok

Kebodohan yang kian nikmat

Menyusuri labirin hati yang tak menentu

 

Memekakkan telinga dari bisikan luar

Menutup mata pesona luar, tak peduli

Aku disini, dengan kekonyolan yang ku nikmati :)