Tag Archives: puisi romantis

Hari Perpisahan

Akhirnya…

Perpisahan itu dimulai dihari ini

Hari yang tak ku harapakan, akan berpisah dengan mu

 

Apa mau dikata? Bila takdir yang harus ku jalani seperti ini

Apa mau dikata? Bila ternyata orang yang kau cintai bukan lah aku

Biarlah cinta ini, akan ku ramu dalam pemandangan indah, saat senyum bahagia mu terpancar saat bersamanya

 

Maaf, bukannya aku tak menghargai perpisahan ini

Maaf, tak ada pelukan perpisahan yang ku berikan untuk mu

Karena untuk ku, kau tetap lekat di hati ini

Karena satu pelukan terakhir, tak kan mampu aku melepas mu

Hanya lambaian tangan , Saat raga kita mulai terpisah jarak dan ruang

 

Akhirnya,

Perpisahan itu dimulai hari ini

Hari saat kamu baru menyadari, sesaat sebelum kita benar-benar berpisah,

bahwa….

Aku mencintai mu

 

*inspired by Film PK

 

Kita Ditakdirkan Bertemu dan Berpisah?

Kadang, sebuah pertemuan tak memberi arti apa-apa. Sekedar lewat… Lain kali, pertemuan pendek akan memulai episode baru dalam hidup kita. Dimana akan ada episode terakhir sebelum hidup kita berakhir. Lain pertemuan lagi, bisa memulai cerita dimana dia akan berada disisi kita hingga akhir hidup…

Continue reading

Lobby Palsu

Didalam sana, di ruang yang tidak terlalu luas. Namun berpengaruh besar terhadap aktifitas sebuah bangunan. Ada yang menjerit-jerit, menangis penuh iba, menatap penuh harap, melolong sakit, geram akan keadaannya. Sayang, tak ada yang mendengar, tak ada yang melihat atau sekedar menoleh ke dalam. Ada yang menahan rindu begitu dalam, namun tak tahu harus berbuat apa.

Ya, tak ada yang mendengar.. tak ada yang melihat Continue reading

Kesepakatan Hati dan Perasaan (2)

Kali ini perasaan tak mau diajak kompromi. Tiap kali logika membujuk, perasaan terus membrontak sangar. Tak ada lagi sepakat untuk logika. Rasa yang tumbuh begitu menggebu, rindu yang tertumpuk sudah memuncak, cinta yang deras tak lagi terbendung.

Namun….

Namun semua itu tersingkir dengan sikap mu yang begitu dingin. Realita yang belum dapat ku penuhi, agar kamu bisa terus menghirup udara semesta ini. Aku telah berusaha, dan terus berusaha.

Logika mu menang dihadapan ku, tapi rasa ku tetap tak mengalah.

Entah sampai kapan, dan entah akan bagaimana. Kemesraan yang dulu ada diantara kita, ingat kah kamu? Akan kah kembali lagi terulang? Tidak kah kamu menginginkannya lagi? Mencintaiku  dengan cara melepaskan ku, hanyalah omong kosong belaka.

Saya Belum Mati

Hari ini 2 April 2017, setelah sebulan lebih saya tidak menulis di blog ini dengan tulisan terakhir Salah Adegan. Kembali membuka blog dengan pikiran kusut. haha

Diawal tahun 2017 ini pun saya sempat menulis ga jelas, welcome 2017. Entah bagaimana saya menuliskan tahun ini akan lebih berat. Dan BOOM, mulai awal maret lalu masalah bertubi-tubi datang tanpa disangka. Sampai sekarang pun semrawut. Masalah isi dompet, masalah hati (ini berat), dan kesehatan. Setiap pagi datang, berangkat kerja wajah ini harus diset semua aman terkendali. Senyum yang dipaksakan, tawa yang dikeraskan utntuk menyamarkan semua kegalauan. Continue reading

Kekonyolan yang Ku Nikmati

Berapa lama lagi ku mampu bertahan

Entah berapa lama….

Membiarkan mu berjalan di dua koridor bersamaan, tapi bersebrangan

Memupuk cemburun ku yang kian megah

Tetes air mata yang rinai, deras, hingga kini kering. Tak lagi dapat menangis

 

Kian lama hati ini menjadi bebal akan cemburu

Biar kan, asal kau tetap bersama ku

Membutakan mata akan ego…

 

Aku tak memilih jalan lain

Meski tau akan sakit

Aku tak memilih untuk berbelok

Kebodohan yang kian nikmat

Menyusuri labirin hati yang tak menentu

 

Memekakkan telinga dari bisikan luar

Menutup mata pesona luar, tak peduli

Aku disini, dengan kekonyolan yang ku nikmati :)

Cinta

Hari itu, dilembar baru

Hari itu, kali pertama nama mu terukir di sejarah ku

Hari itu, tak pernah ku sangka awal benih cinta ku, pada mu

Dan esoknya, kau tetap ada sekedar menemani…

Lusa, kita masih bersapa tertawa girang bercanda

Hari ini

Aku tenggelam dalam kasih mu

Ditengah samudera hati  dan cinta nan luas

Tak terlihat tepiannya, dan tak pernah ku mencari, tak pula ku berharap menemukannya

 

Dan sekarang, aku masih disini

Menemani….

Masih disini

Eta

Written: 30 Agusutus 2016

#latepost