Rindu – Tere Liye

Tere Liye - RinduCetakan Pertama hadir pada Otober 2014, Hingga kini menjadi salah satu novel berpredikat Best Seller yang di tulis oleh Tere Liye.

Kisahnya dimulai dari Tanah Makassar yang akan berujung di tanah Suci Mekkah. Dalam perjalanan besar bersama kapal besar Blitar Holland yang dipimpin oleh Kapten Phillips. Berlatarkan waktu masih pada jaman penjajahan Belanda. Perjalanan yang akan mengungkap rahasia-rahasia besar yang sebelumnya disimpan rapat-rapat oleh pemiliknya. Namun penulis begitu cantik menuliskannya seolah semua terjadi begitu alami.

Daeng Adipati, seorang pedagang sukses  dari Makassar yang sudah mempunyai istri dan dua puteri cantik dan menggemaskan Elsa dan Anna. Kakak beradik yang disatu waktu sering bertengkar, dilain waktu sangat kompak. Sering kali mencairkan suasana tegang, namun tak jarang sebaliknya, lebih-lebih Annah. Maklum, namanya juga masih anak-anak. Terlihat sebuah keluarga kecil yang begitu harmonis. Tanpa pernah ada yang mengira ada satu hal borok yang disimpan Daeng Adipati dan tak pernah diketahui oleh orang luar selama ini. Semua berawal dari pertanyaan sederhana seorang kelasi kapal kepada seorang ulama besar, Ahmad Karaeng atau yang biasa dipanggil Garutta, tentang kebahagiaan.

Sedangkan Garutta bukan sekedar ulama besar. Beliau seseorang yang sangat berpengaruh, sekaligus orang yang dibenci, ditakuti oleh tentara Belanda. Sampai-sampai untuk bisa ikut dalam perjalanan haji bersama kapal Blitar Holland, beliau harus mendapatkan izin resmi langsung dari Gubernur Jenderal  De Jonge dari Batavia. Garutta yang selalu tampil penuh dengan kewibawaan, bicara dengan bijaksana, dan dengan cerita cintanya membuat seorang  pelaut handal dari tanah bugis, Ambo Uleng berubah dalam memahami kisah cintanya

Ambo Uleng, direkrut oleh kapten Philips beberapa jam sebelum kapal berangkat  dari pelabuhan Makassar. Ambo Uleng 24 tahun, namun menyatakan dirinya telah menjadi pelaut sejak 25 tahun yang lalu. Sejak ia masih dalam kandungan ibunya. Ambo Uleng yang meminta kapten Phillips mau menerimanya menjadi salah satu kelasinya di kapal tersebut. Bekerja apapun, bahkan tidak masalah bila tidak digaji sekalipun. Ambo Uleng, kelasi yang pendiam. Bahkan sangat pendiam. Sempat menghilang beberapa hari diatas kapal yang membuat kepala koki marah besar padanya.Rindu - Tere Liye

Namun ternyata Ambo lah penyelamat si kecil Anna dari serangan Belanda, ketika Daeng  Adipati turun di Surabaya. Ambo pula yang memberikan ide briliant kepada kapten Phillips agar kapal bisa tetap berlayar ketika mesin kapal rusak parah di tengah Samudera Hindia.

Seperti yang saya tuliskan diatas, penulis menulis novel ini dengan rangkaian kata yang membuat imajinasi kita benar-benar bermain untuk membayangkannya. Seolah kita pun ikut menyaksikan moment demi moment yang ada. Membuka rahasia demi rahasia aktornya melalui kejadian-kejadian  sederhana namun penting. Ambo Uleng pada awalnya terlihat begitu putus asa, namun pada akhir cerita diputar balikkan 180 derajat dengan cara yang tak terpikirkan oleh kita sebelumnya.

Dan seperti gaya novel Tere Liye lainnya yang pernah saya baca, selalu menyelipkan pegetahuan seperti berupa sejarah didalamnya. Novel yang bagus untuk dibaca, sedikitnya untuk cerminan kita cara menyikapi problematika hidup. Mengajarkan cara untuk memaafkan masa lalu

(Visited 219 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *