PK (Film) 2014

Film ini sudah cukup lama. Tersimpan di laptop saya pun sudah lama. Bahkan sudah saya menontonnya berkali-kali. Entah dari siapa saya dapatkan film ini. Tiba-tiba, pengen banget nulis review film ini. Film 2014 yang konon katanya film India tersukses hingga menempati peringkat ke-66, film terlaris seluruh dunia pada tahun tersebut. Berjudul PK (Pee Kay yang artinya Mabuk). Dari saya pribadi, dari skala 1-10 film ini layak dapat nilai 8.5.

Source: www.quora.com

Source: www.quora.com

Aamir Khan, yang berperan sebagai PK. Alien yang datang ke bumi, lalu tersesat karena liontin penghubung dengan pesawat angkasanya dicuri. Memaksanya harus mengikuti layaknya kehidupan manusia di bumi. Dengan segala keanehan tingkahnya sampai ia bertemu dengan Jaggu, yang diperankan oleh Anushka Sharma. (Difilm ini dia kelihatan cantik banget dengan rambut pendeknya menurut saya. hehehehe). Seorang reporter televisi yang dulu pernah jatuh cinta saat sedang bekerja di Bruges, Belgia kepada seorang mahasiswa pakistan yang bernama Sarfaraz, diperankan oleh Sushant Singh Rajput. Sayangnya hubungan mereka tidak direstui oleh orang tua Jaggu, karena Sarfaraz adalah seorang muslim.

Bahkan ayah Jaggu (Parikesit Sahni), meminta pemuka Spiritualnya, Tapasvi, menasehati Jaggu untuk meninggalkan Sarfaraz. Karena diramalkan Sarfaraz akan menkhianatinya. Jaggu, yang sudah terlanjur cinta dengan Sarvaraz menentangnya. Bahkan ia berniat untuk segera menikah. Namun karena kesalah pahaman, pernikahan tersebut tidak terjadi.

Source: http://indiatoday.intoday.in

Source: http://indiatoday.intoday.in

Jaggu pulang ke New Delhi, dari Belgia melanjutkan profesinya sebagai reporter televisi. Suatu hari menarik perhatiannya ketika PK membagikan selebaran ‘Tuhan yang hilang’, mereka akhirnya berkenalan dan Jaggu berjanji akan membantu mencari liontinnya. Karena setiap PK bertanya kemana ia harus mencari liontinnya, semua orang menjawab hanya tuhan yang dapat membantunya.  Namun, PK kebingungan dalam mencari tuhan, sebab ada banyak kepercayaan dan tradisi agama di India. Dalam pencarian liontin tersebut, akhirnya diketahui bahwa barang yang dicari ada pada Tapasvi. Namun pemuka agama tersebut, mengaku-ngaku bahwa liontin tersebut adalah dari Tuhan yang didapatnya di Himalaya dan menolak untuk memberikannya kepada PK. Sampai pada akhirnya perdebatan mereka, PK menyimpulkan bahwa Tapasvi dan kepala agama lainnya memanggil “nomor yang salah” kepada Tuhan dan, sebagai hasilnya, berarti menyebarkan kesalahpahaman ritual.

Baca juga: – Lobby Palsu, Kesepakatan Hati dan Perasaan (2)Senja bersama Wajah yang Teduh

Isu memanggil ‘nomor yang salah’ ini menjadi viral. Hingga stasiun televisi tempat Jaggu bekerja menerima banyak rekaman video pengalaman orang-orang akan panggilan tuhan pada ‘nomor yang salah’. Puncaknya, PK dan Tapasvi dipertemukan untuk berdebat dalam sebuah acara telivisi tempat Jaggu bekerja. Tapasvi yang mengaku dirinya memiliki hubungan langsung dengan Tuhan, dibantahkan. PK secara mengejutkan mengungkit pengkhianatan Sarfaraz terhadap Jaggu. PK, yang sebelumnya sudah menyerap kenangan Jaggu itu, menemukan bahwa Sarfaraz tidak menulis surat yang ia terima. Hingga untuk mencari kebenerannya Jaggu diminta untuk menghubungi kedutaan Pakistan di Belgia, dimana tempat Sarfaraz pernah magang.

Source: news18.com

Source: news18.com

Moment ini salah satu adegan yang paling mengharukan buat saya. Berkali-kali menonton, part ini selalu berhasil membuat saya merinding. Dimana pihak kedutaan Belgia mengatakan Sarfaraz setiap hari menanyakan apakah Jaggu ada menghubungi. Semua terdiam, lebih-lebih Tapasvi yang jelas malu karena kesalahan ramalannya. Mau tidak mau, ia harus rela menyerahkan liontin tersebut kepada PK.

Part akhir tidak kalah haru. Kebersamaan dengan Jaggu, ternyata membuat PK diam-diam jatuh cinta. Sampai-sampai tape yang selalu di bawa PK selama ini ternyata menyimpan hanya suara jaggu. Hal ini diketahui saat akan pulang, isi koper yang di bawa PK hanya berisikan kaset suara Jaggu dan baterai tape. Hanya saja PK berbohong kepada Jaggu yang direkamnya adalah suara binatang, dan lalu lintas jalanan.

Menurut saya, film ini cukup berani mengangkat isu agama. Namun mampu dikemas dalam bahasa yang ringan, membuat penonton mampu memahami apa yang ingin disampaikan dalam film tersebut. Ditambah pula dengan bumbu humor dan romantisme, membuat film ini cukup berkesan selepas menontonnya. Bukan sekedar haha dan hihi saja.Kalian sudah menontonnya juga? Seru kan….?!

(Visited 33 times, 1 visits today)

One thought on “PK (Film) 2014

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *