Memenangkan Logika Atas Perasaan di Peperangan Cinta

*as writter, I suggest reading it while listening ‘Maliq & D Essentials – Mata Hati Telinga’ :)
  • #seharusnya ga perlu kaget apalagi galau dengar berita yg begituan
  • #seharusnya telinganya udah kebas ama suara2 yg begituan, walaupun its d first time  actually
  • #seharusnya kan ga perlu sakit hati utk mengetahuinya
  • #seharusnya logika ini bisa mengalahkan perasaan. Oh… atau setidaknya perasaan ini bisa berdamai dengan logika
  • #seharusnya itu semua bisa dilupakan. Atau setidaknya, tidak lagi perlu diingat-ingat
  • #seharusnya itu semua bisa seperti semula, tanpa luka. Atau setidaknya, lukanya tidak perlu lagi kembali terbuka, melelehkan tetesan-tetesan merah segar
  • #seharusnya….. masih banyak lagi seharusnya seharusnya… yang sayangnya tidak cukup berhasil, mungkin bahkan gagal

Kisah cinta itu, bahkan telah ada sejak adam dan hawa diciptakan. Hingga saat ini, entah sudah berapa banyak kisah cinta yang tercipta, yang seharusnya untuk insan yang ‘baru’, bisa menjadikannya pelajaran. Tetapi tidak, untuk masalah cinta, perasaan sering kali menang atas logika. Bahkan kadang menjadikan seorang yang pintar sekali pun terlihat tolol dihadapan cinta.

Ketika logika yang berperan, kata-kata ini terngiang :
  • #seharusnya tidak perlu menyatakan ‘aku akan mencintai mu selamanya’. Karena satu detik kemudian pun kita tak tau apa yang akan terjadi. Atau terlepas dari perencanaan manusia, masih ada sutradara Yang Maha Agung, berkuasa untuk membolak balik kan hati sang aktor
  • #seharusnya tidak perlulah menyatakan ‘aku tidak bisa hidup tanpa mu’. Karena akan malu ternyata kita masih hidup saat ia tak lagi disamping kita. atau bahkan pergi selama-lamanya
  • #seharusnya tidak perlu menyatakan ‘tidak ada yang bisa menggantikan dirimu dihatiku’. Karena mungkin sehari setelahnya, telah ada pengganti dirinya
Mungkin, sekian diantaranya hanya lah gombal belaka, yang disangka keseriusan. Menyajikan kemunafikan diri sendiri. Tanpa terpikirkan hati yang akan terluka, dan membekas.
Hanya saja, itulah kehebatan cinta hampir selalu mengalahkan logika. Ya…. ketika dihadapannya logika entah absen kemana, tanpa alasan. Sedangkan perasaan selalu hadir tanpa cela.
Ini tulisan galau?atau tulisan cengeng? bukan… sama sekali bukan! Ini coba ditulis dengan logika dan disusun menggunakan perasaan.
and this is not about any one. Or just let only me who know about what this is
By the way, bicara tentang cinta menggunakan logika, gw seneng bgt dengerin lagu nya Maliq & D Essentials – Mata Hati Telinga. Meaningful, benar logika namun berperasaan.
Let’s check it out
Satu cerita, tentang manusia
mencoba tuk memahami
arti cinta
benarkah cinta, diatas segalanya
hanyakah itu
satu-satunya, yang menjadi alasan
untuk menutup mata
tak melihat dunia yang sesungguhnya
dan menjadi jawaban
atas semua tanya yang kita harap mampu
mewujudkan sebuah akhir bahagia
buka mata hati telinga
sesungguhnya masih ada yang lebih penting
dari sekedar kata cinta
oooo… ooooo
yang kau inginkan tak selalu yang kau butuhkan
mungkin yang paling penting
cobalah untuk membuka mata hati telinga
adakah kau rasakan kadang hati dan fikiran
tak selalu sejalan seperti yang kau harapkan
tuhan tolong tunjukkan
apa yang kan datang
hikmah dari sebuah misteri
yang tak pernah terpecahkan
buka mata hati telinga
sesungguhnya masih ada yang lebih penting
dari sekedar kata cinta
oooo… ooooo
yang kau inginkan tak selalu yang kau butuhkan
mungkin yang paling penting
cobalah untuk membuak mata hati telinga
———————————————————————————————————
Semua datang dan pergi, seiring hari-hari yang terlewati meninggalkan sejarah. Tanpa bisa dipungkiri, waktu terus berjalan tanpa pernah menoleh kebelakang. Jelas tanpa basa basi. Memaksa insan-insan ‘baru’ atau pun ‘lama’ terus bernafas. Atau menahannya, lalu berhenti dan meniggalkan panggung dunia yang megah.
Finally, ‘laki laki baik untuk perempuan yang  baik. dan laki-laki keji pun untuk perempuan yang keji’. Menjadi jawaban bagaimana kita #seharusnya bersikap untuk mencari ‘teman’

Published: 8 Desember 2012

*edited

(Visited 157 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *