Lobby Palsu

Didalam sana, di ruang yang tidak terlalu luas. Namun berpengaruh besar terhadap aktifitas sebuah bangunan. Ada yang menjerit-jerit, menangis penuh iba, menatap penuh harap, melolong sakit, geram akan keadaannya. Sayang, tak ada yang mendengar, tak ada yang melihat atau sekedar menoleh ke dalam. Ada yang menahan rindu begitu dalam, namun tak tahu harus berbuat apa.

Ya, tak ada yang mendengar.. tak ada yang melihat

Semua tersamar oleh pesona lobby yang didekor penuh tawa dan senyum. Berhasil menutupi apa yang terjadi diruang rahasia. Menyambut tiap-tiap tamu yang datang dengan tatapan ramah.

Baca Juga : Kesepakatan Hati dan Perasaan (2) 

Haha palsu…

Kalau pun boleh jujur, mereka yang dilobby itu pun telah lelah. Mulut sudah terlalu kaku untuk tersenyum. Tatapan mata nya sudah mulai kabur, karena satu dua bulir air mata sudah siap jatuh diatas pipi. Tangan ini tak lagi bertenaga untuk berjabat

Haha palsu….

Selamat menikmati kepalsuan lobby. Walau tak ada yang peduli palsu atau pun asli. Tak kan ada yang bertanya akan ruang didalam sana.

(Visited 14 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *