Selamat Datang 2017

Udah tujuh hari berjalan di tahun 2017, dan ini postingan pertama saya ditahun baru ini. Selamat tinggal 2016 dengan segala ceritanya, tersimpan jadi sejarah. Senang, sedih, marah ada disana semua.

google.com

google.com

Then, selamat datang 2017. Agak bingung sebenarnya buat impian di 2017 karena yang di 2016 pun ga kelar. Semoga 2017 bisa terwujud dengan impian tambahannya. Apa itu? Biarlah saya dan tuhan saja yang tahu.

Ga tau kenapa, 2017  ini punya feeling akan ada tantangan yang lebih berat, yang lebih menguras tenaga dan pikiran. Mohon doanya, semoga saya bisa menjalaninya dengan baik, pun begitu buat teman-teman.

So, I think no thing special di tulisan kali ini. Cuma gatel aja pengen nulis diblog, biar eksis kayak orang-orang. Heee,,,

Selamat menjalani pengalaman-pengalaman baru. Tetap semangat, dan jangan lupa senyum ūüėÄ

Menyerah Bukanlah Sebuah Pilihan

Sejak bulan November sampai dengan, setidak nya tadi pagi mood saya sangat jelek khususnya untuk melanjutkan bisnis online saya yang mandek lagi mandek lagi.

Mood jelek karena rencana akhir tahunnya buyar, gatot. Menyalahkan ini itu yang padahal tidak menyelesaikan masalah. Dua bulan ini uring-uringan ngurusin usaha. Padahal…. pengennya ¬†banyak. Mimpinya selangit. Akhirnya target untuk mencapai itu semua MUNDUR LAGI. Mikirin solusi ga maksimal untuk keluar dari masalah yang dihadapin. Ga mau mikirin plan B yang jelas-jelas plan A udah ga bisa diharapkan sama sekali.

Mulai kemarin malam mulai maksain, buka laptop lagi. Searching sana sini (walaupun masih uring-uringan), dan tadi pagi…. saya nemu video yang saya saved. Yup… setidaknya bikin semangatnya mulai naik lagi.

Baca Juga: Kekonyolan yang Ku Nikmati

Kamu, yang juga lagi uring-uringan. Hilang semangat untuk to be a Winner, coba tonton video ini juga. Coba bayangkan, apa jadinya kalau dia memilih untuk menyerah

Jalan untuk menang tidak akan mudah. Akan ada batu yang menyandung. Ada jalan licin yang akan membuat tergelincir. Selama kita tidak berhenti dan menyerah, kita bisa ngelawatinnya kok

Selamat merangkai mimpi,, Selamat berjuang

Menjadi Aku yang Menyayangi mu

Apa daya ku dengan semua perbedaan ini, kau dan aku. Imaji ku yang kian membesar, untuk kita dapat bersama, haruskah ku tenggelamkan?

Aku masih berdiri disini, ditempat yang sama, menemani ditiap tangis mu, dalam susah…juga tawa. Tak selangkah pun aku beringsut mundur

Ya, persoalan hati dan cinta bisa buat orang melongo tak percaya. Melakukakan sesuatu yang ajaib. Mampu bertahan sejauh ini walau sakit. Mampu tersenyum walau cemburu. Dan aku masih tetap disini, ditempat yang sama

Entah kisah ini akan sampai mana, Entah kisah ini akan berujung seperti apa. Tak ku pikirkan… Ku hanya nikmati hari-hari selagi masih bisa bersama..

Tak usah lah kau pinta aku untuk melangkah. Mencari hati yang lain… Ku akan tetap seperti ini, entah sampai kapan. Menjadi aku yang menyayangi mu

Dan bila kau telah temukan dia,,, melangkahlah. Aku tak tahu harus berbuat apa dengan perbedaan ini. Aku tak kuasa menghalangi

Aku tetap disini, ditempat yang sama, menjadi aku yang menyayangi mu

Cinta

Hari itu, dilembar baru

Hari itu, kali pertama nama mu terukir di sejarah ku

Hari itu, tak pernah ku sangka awal benih cinta ku, pada mu

Dan esoknya, kau tetap ada sekedar menemani…

Lusa, kita masih bersapa tertawa girang bercanda

Hari ini

Aku tenggelam dalam kasih mu

Ditengah samudera hati  dan cinta nan luas

Tak terlihat tepiannya, dan tak pernah ku mencari, tak pula ku berharap menemukannya

 

Dan sekarang, aku masih disini

Menemani….

Masih disini

Eta

Written: 30 Agusutus 2016

#latepost

Menangis Adalah Cara Terburuk Merayakan Kesedihan

Tentu tak semua sependapat dengan judul ¬†diatas. Yap… saya pun begitu. Tapi tiba-tiba kalimat tersebut yang terlintas dalam pikiran saya.

Namun ada benarnya, karena menangis bisa menjadi pemicu pikiran negatif, rasa putus asa, terus berlarut dengan rasa sedih tersebut. Menghambat pikiran untuk bisa berfikir secara jernih, mencari solusi masalah, bangkit dari rasa sedih. Menyalahkan keadaan untuk alasan terus menangis.

tech.co

tech.co

Menangis lah terus… hingga air mata mu kering, basah, lalu kering lagi. Ratapi keadaan hingga waktu habis, melewatkan hal-hal yang seharusnya bisa ‘merayakan kesedihan’ lebih baik.

Atau….

Menangislah sewajarnya, cukup satu dua butir air mata yang dikeluarkan malam ini, tertidur, lalu esok pagi berdiri di depan rumah untuk menatap langit pagi yang luas, menghirup udara yang segar. Menjawab kokokan ayam dengan senyuman terbaik. Memulai aktifitas baru¬†untuk¬†‘merayakan kesedihan’ mu dengan cara yang lebih baik!!!

Buang Gengsi mu, Simpan Plastiknya!

Per tanggal 21 Februari 2016 kemarin kabarnya sudah diberlakukan kantong plastik berbayar di setiap ritel modern sebesar Rp. 200. Harga yang sangat terjangkau utk seluruh lapisan masyarakat. Berita yang menggembirakan, semoga bisa berjalan dengan baik. Salah satu solusi bagi kita untuk mengurangi konsumsi plastik, dan mengurangi sampah.

Dengan regulasi ini, lebih mendorong kita untuk lebih bijak menggunakan kantong plastik. Tidak mubazir. Lihat, berapa banyak kantong plastik yang ‘nganggur’ di rumah kita? Atau berbelanja keperluan, namun kantong plastik tersebut terpakai hanya sebentar lalu dibuang. Padahal masih layak pakai.

kaskus.co.id

kaskus.co.id

Kejadiannya tadi sore, ketika saya berbelanja disebuah mini market dalam antrian bayar ada yang nyeletuk. ‘Yah cuma 200 perak ini, jangan kayak orang susah lah’. Cukup kaget saya mendengarnya. Apakah kita masih terlalu gengsi untuk membawa kantong plastik dari rumah? Point nya adalah mengurangi sampah. Saya pikir tidak ada hubungannya sama sekali dengan gengsi, atau tingkat kemampuan beli. Kalau harga kantong plastik dibuat lebih mahal, ada reaksi seperti apa lagi ya?

Yuk kita peduli lingkungan :)

Senja bersama Wajah yang Teduh

Pagi ini, tangan ku mengadah bersimbah doa

Pada MU tuhan yang Maha Kuasa

Sujud Ikhlas tiada daya, pada pemilik hati yang terlanjur terpana

 

Mentari diufuk timu baru menyapa,,

Begitu hangat namun tak menyilaukan, Terang namun indah dipandan

Diantarkan iring-iringan awan seputih salju

Berdansa bersama butir embun dilantai daun segar nun hijau

Berlantunkan nyanyian burung camar ditepian pantai

Beruan ombak tak henti-henti bertepuk tangan

Atas sajian pagi yang begitu menakjubkan

 

Sederhana pinta ku, pada MU yang segala

Izinkan aku kembali menatap mentari diufuk barat nanti

Bersama wajah, yang teduh itu

 

Layanan Cepat Online Shop

Memilih aplikasi chat, sebagai media closing untuk online shop tentu membutuhkan energi lebih dibanding web. Dimana, ketika menggunakan web, customer tinggal memilih item yang diinginkan, klik ‘Beli’ dan seterusnya, kita tinggal memonitor orderan yang masuk. Sedangkan menggunakan aplikasi chat tentu ada komunikasi dua arah secara real time antara penjual dan pembeli. Ini yang banyak dilakukan, terutama di Indonesia.

Permasalahannya adalah, (terutama disisi penjual) semaksimal mungkin cepat merespon pertanyaan-pertanyaan pembeli yang muncul. Walaupun menggunakan jasa admin, tentu membutuhkan waktu untuk bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan calon pembeli. Apalagi yang membeli bukan lah satu dalam waktu yang hampir bersamaan.

www.google.com

www.google.com

Disisi lain, fast response tentu akan mejadi keunggulan bagi masing-masing online shop tersebut. Lalu, berapa lama sih jeda waktu yang ditolerir agar suatu online shop tersebut bisa dikategorikan fast response?

Saya pribadi ketika menjadi calon pembeli, balasan chat 1-2jam (dijam kerja normal) masih saya katakan fast response. Itu kalau saya.. hehe

Kalau kamu, ketika berbelanja online berapa lama sih jeda waktu yang bisa kamu toleransi untuk mengkategorikan online shop fast response? Bantu jawab di kolom komentar ya :)

Target Market Tepat, Omzet Meroket!!

Bisnis apa yang bagus? Rasanya bukan pertanyaan dari orang yang serius untuk memulai bisnisnya. Saya coba menjawabnya ditulisan ini

Kali ini saya ingin coba membahas menentukan target market. Karena ternyata menentukan target market tidak lah sesederhana seperti umunya yang kita bayangkan.

mydigitalph.com

mydigitalph.com

Sebagai contoh, ketika kita menjual busana muslimah seharga 500ribu. Siapa target marketnya? Hampir dipastikan jawabannya adalah ‘Cewek, yang berkerudung’. Kalau pertanyaannya diteruskan ‘lalu?’ Kebanyakan akan bingung menjawabnya. ‘Kok lalu? Ya namanya juga busana muslimah pasti jual ke cewek. Continue reading