Category Archives: POEMS

Sahabat Terbaik Dalam Penantian

Waktu, bukan lah sahabat terbaik untuk menemani dalam penantian

Ia tak mengenal terlambat dalam setiap tragedi

tak peduli lebih tepatnya

 

Ia berjalan sendiri, melangkah konstan

dengan ketukan yang selalu sama

Continue reading

Lobby Palsu

Didalam sana, di ruang yang tidak terlalu luas. Namun berpengaruh besar terhadap aktifitas sebuah bangunan. Ada yang menjerit-jerit, menangis penuh iba, menatap penuh harap, melolong sakit, geram akan keadaannya. Sayang, tak ada yang mendengar, tak ada yang melihat atau sekedar menoleh ke dalam. Ada yang menahan rindu begitu dalam, namun tak tahu harus berbuat apa.

Ya, tak ada yang mendengar.. tak ada yang melihat Continue reading

Saya Belum Mati

Hari ini 2 April 2017, setelah sebulan lebih saya tidak menulis di blog ini dengan tulisan terakhir Salah Adegan. Kembali membuka blog dengan pikiran kusut. haha

Diawal tahun 2017 ini pun saya sempat menulis ga jelas, welcome 2017. Entah bagaimana saya menuliskan tahun ini akan lebih berat. Dan BOOM, mulai awal maret lalu masalah bertubi-tubi datang tanpa disangka. Sampai sekarang pun semrawut. Masalah isi dompet, masalah hati (ini berat), dan kesehatan. Setiap pagi datang, berangkat kerja wajah ini harus diset semua aman terkendali. Senyum yang dipaksakan, tawa yang dikeraskan utntuk menyamarkan semua kegalauan. Continue reading

Salah Adegan

Adegan telah dimulai

Roll film telah tergulung merekam tiap moment

Para penonton meyimak tiap alur cerita

Bertepuk tangan riuh, kala adegan bahagia

Ikut dalam tangis dikala adegan sedih

 

Panggung termegah

 

Tapi

Oh Tuhan….

Apakah aku telah keluar dari skenario yang engkau tetapkan?

Atau memang aku memang berperan seperti ini?

 

Ya, ini pilihan ku

Berperan seperti ini dipanggung megah MU,

bersama milyaran aktor lainnya

 

Semoga, tiap adegan ku

menghadirkan senyum

menyembuhkan hati

menghadirkan butir-butir harapan

pada tiap pasang mata yang menyaksikan

 

dan

Semoga aku tak sia-sia ikut serta hadir dalam panggung megah ini

Kekonyolan yang Ku Nikmati

Berapa lama lagi ku mampu bertahan

Entah berapa lama….

Membiarkan mu berjalan di dua koridor bersamaan, tapi bersebrangan

Memupuk cemburun ku yang kian megah

Tetes air mata yang rinai, deras, hingga kini kering. Tak lagi dapat menangis

 

Kian lama hati ini menjadi bebal akan cemburu

Biar kan, asal kau tetap bersama ku

Membutakan mata akan ego…

 

Aku tak memilih jalan lain

Meski tau akan sakit

Aku tak memilih untuk berbelok

Kebodohan yang kian nikmat

Menyusuri labirin hati yang tak menentu

 

Memekakkan telinga dari bisikan luar

Menutup mata pesona luar, tak peduli

Aku disini, dengan kekonyolan yang ku nikmati :)

Menjadi Aku yang Menyayangi mu

Apa daya ku dengan semua perbedaan ini, kau dan aku. Imaji ku yang kian membesar, untuk kita dapat bersama, haruskah ku tenggelamkan?

Aku masih berdiri disini, ditempat yang sama, menemani ditiap tangis mu, dalam susah…juga tawa. Tak selangkah pun aku beringsut mundur

Ya, persoalan hati dan cinta bisa buat orang melongo tak percaya. Melakukakan sesuatu yang ajaib. Mampu bertahan sejauh ini walau sakit. Mampu tersenyum walau cemburu. Dan aku masih tetap disini, ditempat yang sama

Entah kisah ini akan sampai mana, Entah kisah ini akan berujung seperti apa. Tak ku pikirkan… Ku hanya nikmati hari-hari selagi masih bisa bersama..

Tak usah lah kau pinta aku untuk melangkah. Mencari hati yang lain… Ku akan tetap seperti ini, entah sampai kapan. Menjadi aku yang menyayangi mu

Dan bila kau telah temukan dia,,, melangkahlah. Aku tak tahu harus berbuat apa dengan perbedaan ini. Aku tak kuasa menghalangi

Aku tetap disini, ditempat yang sama, menjadi aku yang menyayangi mu

Cinta

Hari itu, dilembar baru

Hari itu, kali pertama nama mu terukir di sejarah ku

Hari itu, tak pernah ku sangka awal benih cinta ku, pada mu

Dan esoknya, kau tetap ada sekedar menemani…

Lusa, kita masih bersapa tertawa girang bercanda

Hari ini

Aku tenggelam dalam kasih mu

Ditengah samudera hati  dan cinta nan luas

Tak terlihat tepiannya, dan tak pernah ku mencari, tak pula ku berharap menemukannya

 

Dan sekarang, aku masih disini

Menemani….

Masih disini

Eta

Written: 30 Agusutus 2016

#latepost

Senja bersama Wajah yang Teduh

Pagi ini, tangan ku mengadah bersimbah doa

Pada MU tuhan yang Maha Kuasa

Sujud Ikhlas tiada daya, pada pemilik hati yang terlanjur terpana

 

Mentari diufuk timu baru menyapa,,

Begitu hangat namun tak menyilaukan, Terang namun indah dipandan

Diantarkan iring-iringan awan seputih salju

Berdansa bersama butir embun dilantai daun segar nun hijau

Berlantunkan nyanyian burung camar ditepian pantai

Beruan ombak tak henti-henti bertepuk tangan

Atas sajian pagi yang begitu menakjubkan

 

Sederhana pinta ku, pada MU yang segala

Izinkan aku kembali menatap mentari diufuk barat nanti

Bersama wajah, yang teduh itu