Category Archives: BLOG

Buang Gengsi mu, Simpan Plastiknya!

Per tanggal 21 Februari 2016 kemarin kabarnya sudah diberlakukan kantong plastik berbayar di setiap ritel modern sebesar Rp. 200. Harga yang sangat terjangkau utk seluruh lapisan masyarakat. Berita yang menggembirakan, semoga bisa berjalan dengan baik. Salah satu solusi bagi kita untuk mengurangi konsumsi plastik, dan mengurangi sampah.

Dengan regulasi ini, lebih mendorong kita untuk lebih bijak menggunakan kantong plastik. Tidak mubazir. Lihat, berapa banyak kantong plastik yang ‘nganggur’ di rumah kita? Atau berbelanja keperluan, namun kantong plastik tersebut terpakai hanya sebentar lalu dibuang. Padahal masih layak pakai.

kaskus.co.id

kaskus.co.id

Kejadiannya tadi sore, ketika saya berbelanja disebuah mini market dalam antrian bayar ada yang nyeletuk. ‘Yah cuma 200 perak ini, jangan kayak orang susah lah’. Cukup kaget saya mendengarnya. Apakah kita masih terlalu gengsi untuk membawa kantong plastik dari rumah? Point nya adalah mengurangi sampah. Saya pikir tidak ada hubungannya sama sekali dengan gengsi, atau tingkat kemampuan beli. Kalau harga kantong plastik dibuat lebih mahal, ada reaksi seperti apa lagi ya?

Yuk kita peduli lingkungan :)

Antara Tinta dan Titik

‘Bukan titik yang membuat tinta, tapi tinta yang membuat titik. Bukan cantik yang membuat cinta, tapi cinta lah yang membuat ia terlihat begitu cantik’

Merupakan kutipan yang paling saya sukai. Entah dimana saya menemukan kutipan diatas, tapi memang sudah laaamaaaa sekali saya menemukannya :) 

Terkesan gombalan belaka, ya. Tapi sadar atau tidak, kutipan tersebut benar adanya, kan?! Dalam artian secara sekilas fisik kita bisa menilai orang terlihat cantik dan anggun. Namun ketika cinta yang tulus muncul dari sebuah hati untuk seseorang, maka ia akan selalu terlihat menakjubkan. Berbeda dengan yang melihat sesuatu yang cantik tanpa rasa cinta, berlalu begitu saja.

 

Happy Birthday

Alhamdulillah.. Allah masih kasih umur panjang untuk saya. Minggu 7 Juni 2015 yang lalu saya genap berusia 25 tahun. Makin berasa tua, tapi tampang selalu muda  😀

wallpaperswide.com

Semakin bertambah umur, semakin banyak impian yang timbul, semakin terasa akan ada tanggung jawab yang lebih besar yang akan datang. Semoga diri ini pun terus bisa mengisi bekal dengan ilmu yang sesuai dengan yang dibutuhkan. Semoga diri ini bisa menjadi pribadi yang lebih baik untuk waktu kedepannya.

Terimakasih untuk keluarga dan teman atas ucapan dan doanya :)

Satu Menjelma Sejuta, Mengalahkan Dua Tiga Lainnya

Bicara tentang rasa yang baru muncul, saat kita dekat dengan seseorang. Sering ga sih,atau setidaknya pernah kali ya kita ngerasain saat kita baru-baru dekat dengan sesorang, lawan jenis tentunya. Kita merasakan sesuatu rasa yg berbeda. Rasa… lebih nyaman saat berada dekat dengannya. Rata-rata, perasaan nyaman itu benih benih rasa yang akan muncul di hati. Bila berlanjut, benih cinta pun akan bermekaran merajai hati. #ihiiy  :)
Segitu merajainya, keputusan gegabah muncul. Rasa nyaman yg muncul, satu menjelma menjadi sejuta alasan untuk memutuskan dialah cinta dan jodoh ku. Dua, tiga alasan lainnya untuk menahan hati akan rasa yang baru saja muncul, terkalahkan.
Lho, kenapa mesti ditahan-tahan?
Pertanyaannya saya jawab dengan satu pertanyaan.
Apakah rasa nyaman yang kita rasakan saat bersamanya saat ini dapat bertahan hingga esok, lusa, sebulan, setahun, bahakan hingga usia beranjak senja nanti, atau lenyap setelah mengenalnya utuh satu paket (baik dan buruknya i mean) ?
Selamat menata hati blogger 😀
*published: 3 February 2013

Masa Duitnya Dibuang Ke Tong Sampah?

Kali ini bicara tentang makan.. wuiiii…. laper donk!! Hihi.,. bukan. Lebih tepat nya kita ga bicara soal makanannya, tapi apa yang kita lakuin terhadap makanan kita tersebut.Maksudnya apa sih?
Gini gini… saya coba sampaikan dengan ilustrasi yang pernah beberapa kali alami.
Sempat beberapa kali saya bareng teman-teman, jalan ke mall atau kemana lah itu. Terus selanjutnya kita mampir buat isi perut. Awalnya sih biasa-biasa aja. Semua berjalan normal apa adanya *lebay
Hampir selesai makan, terkadang ada yg celetuk “Buset rif, lu laper atau doyan? Piringnya ampe bersih gitu!” nyengir tanpa rasa bersalah.
Saya sih ga marah, tapi saya biasanya jawab “Lah?emangnya kenapa. Ini kan buat dimakan, bukan buat dipajang. Apalagi disisain. Belinya toh pakai uangkan? Kalau makan nyisa itu sama aja artinya lu buang duit ke tong sampah!! Udah kaya lu?” sambil nyengir seneng 😀
Mungkin ada yg berpendapat, alah arief lebay bgt. Segitu doank kok…. Tapi sorry, mungkin buat yg lain sepele. Tapi buat saya, itu penting banget.
Pertama, bisa dikasih makan itu anugerah dari Sang Maha Pemberi Rezeki kan? Menghabiskan makanan itu tanpa sisa, termasuk salah satu ungkapan syukur kita atas nikmatnya bukan?!! Mau besok-besok kita ga dikasih makan lagi oleh NYA?
Kedua, apapun itu, kita beli makan pakai uangkan? Gini, kita punya sejumlah uang. Terus kita laper. Artinya kita mesti convert uang ke bentuk makanan. Terus kita makan nyisa, artinya harus dibuang. Ga ada lho yg mau dikasih makanan sisa. Kalo ada yg jawab “Ada kok!!” Sekarang saya balik tanya, Anda mau dikasih makanan sisa?” 😀
Nah artinya, makanan sisa tadi dibuangkan? Masuknya ke tong sampah. Coba, makanan tadi di convert lagi kedalam bentuk uang. Berapa uang yg kita buang? Udah kaya? Kalau pun udah kaya, sombong amit? :)
Nyem…sorry, kalo yg makan bareng saya, terus nyisa. Saya rada bawel buat suruh habisin, bahkan ampe dipelototin.hee… Saya pribadi lebih rela dibilang rakus, dari pada harus nyisain makanan. Gampang bgt orang-orang bilang kenyang sebagai alasan ga mau lagi habisin tu makanan. Atau bisa juga kan, minta dikurangin porsinya, jadi ga perlu nyisain makanan.
“Alah, sok iye lu rif….”. “Emang ga iye iye bgt, tapi setidaknya saya coba pandai bersyukur atas rezeki NYA :)”
Yuk jangan buang lagi uang ke tong sampah

 

4 Tahun Warung Blogger

Sebelumnya maafkan Warung Blogger, saya telat menulis surat cinta untuk mu. Maafkan karena segala kesibukan dan rutinitas.

20150524_112145

Entah kapan tepatnya, lebih kurang tahun 2012 saya mulai mengenal sebuah komunitas yang sekarang menjelma menjadi salah satu komunitas blogger yang semakin besar Warung Blogger. Awalnya saya sekedar ingin sharing tulisan yang saya posting, namun semakin kesini Warung Blogger menjadi wadah yang lebih dari sekedar Retweet sebuah tulisan. Continue reading

Apa Kabar manusia Gadget?

Di zaman yang serba canggih ini, semua bisa diakses dengan cepat dan mudah. Media chating yang terus bermunculan untuk bisa menyapa orang-orang. Media social yang bisa menyebar luaskan informasi apapun dengan cepat dan mudah. Menonton sebuah acara yang jauh disana real time tanpa harus duduk di depan layar televisi.

Yup, semua terjangkau dengan semakin canggihnya bermacam teknologi gadget yang didukung dengan koneksi internet

Namun, benarkah kita sudah bersosial dengan benar?

Tidak munafik, saya pun ikut tergerus pada arus penggunaan gadget. Setiap hari pasti berselancar didunia maya. Entah itu mencari informasi, ngeblog, atau posting hal-hal penting dan tidak penting di media social.

Sekali lagi, sudahkah kita bersosial dengan benar? Kehadiaran gadget membuat kita menjelma menjadi manusia yang semakin individualis tanpa kita sadari. ‘Kata siapa? Lihat, gua banyak teman. Friends facebook ribuan, tiap kali posting dapat banyak like dan comment. Setiap kali nge-tweet banyak yg RT. So kata siapa gua orang yang individualis? Continue reading

Pilihkan Satu Untukku

Awalnya terucapkan secara spontan, lalu sekitar Sebulan yang lewat saya posting ini disalah satu akun onlineshop saya. Kesini-sini seneng ngulang baca doa ini, sekaligus merubah kalimat saya, dalam memohonkan jodoh kepada NYA :)

Ya Rabb, pilihkan satu untukku yang terbaik menurut Mu, seseorang untuk menjadi teman hidup yang halal untuk ku genggam jemarinya Continue reading

Makan Cinta Emang Bisa Kenyang?

Lagi, cerita tentang cinta, hati dan perasaan ga akan pernah habisnya. Ada senyum tersendiri, ada keseruan tersendiri bagi setiap orang ketika bercerita tentang cinta.

Dengan alasan klasik itu, biarkan saya untuk menulis tentang cinta. Bukan tulisan galau, tapi ditulis dengan logika dan coba disusun dengan perasaan

Entah  si perempuan sendiri, atau pun orang tua perempuan yang bertanya, ‘Kamu sudah punya apa berani melamar ku/anak ku?’ ketika sang lelaki ingin melamar gadis pujaannya. ‘Saya punya cinta yang besar dan tulus’ Jawab si lelaki percaya diri. Continue reading

Memenangkan Logika Atas Perasaan di Peperangan Cinta

*as writter, I suggest reading it while listening ‘Maliq & D Essentials – Mata Hati Telinga’ :)
  • #seharusnya ga perlu kaget apalagi galau dengar berita yg begituan
  • #seharusnya telinganya udah kebas ama suara2 yg begituan, walaupun its d first time  actually
  • #seharusnya kan ga perlu sakit hati utk mengetahuinya
  • #seharusnya logika ini bisa mengalahkan perasaan. Oh… atau setidaknya perasaan ini bisa berdamai dengan logika
  • #seharusnya itu semua bisa dilupakan. Atau setidaknya, tidak lagi perlu diingat-ingat
  • #seharusnya itu semua bisa seperti semula, tanpa luka. Atau setidaknya, lukanya tidak perlu lagi kembali terbuka, melelehkan tetesan-tetesan merah segar
  • #seharusnya….. masih banyak lagi seharusnya seharusnya… yang sayangnya tidak cukup berhasil, mungkin bahkan gagal

Continue reading