Category Archives: BLOG

Kita Ditakdirkan Bertemu dan Berpisah?

Kadang, sebuah pertemuan tak memberi arti apa-apa. Sekedar lewat… Lain kali, pertemuan pendek akan memulai episode baru dalam hidup kita. Dimana akan ada episode terakhir sebelum hidup kita berakhir. Lain pertemuan lagi, bisa memulai cerita dimana dia akan berada disisi kita hingga akhir hidup…

Continue reading

Lobby Palsu

Didalam sana, di ruang yang tidak terlalu luas. Namun berpengaruh besar terhadap aktifitas sebuah bangunan. Ada yang menjerit-jerit, menangis penuh iba, menatap penuh harap, melolong sakit, geram akan keadaannya. Sayang, tak ada yang mendengar, tak ada yang melihat atau sekedar menoleh ke dalam. Ada yang menahan rindu begitu dalam, namun tak tahu harus berbuat apa.

Ya, tak ada yang mendengar.. tak ada yang melihat Continue reading

Kesepakatan Hati dan Perasaan (2)

Kali ini perasaan tak mau diajak kompromi. Tiap kali logika membujuk, perasaan terus membrontak sangar. Tak ada lagi sepakat untuk logika. Rasa yang tumbuh begitu menggebu, rindu yang tertumpuk sudah memuncak, cinta yang deras tak lagi terbendung.

Namun….

Namun semua itu tersingkir dengan sikap mu yang begitu dingin. Realita yang belum dapat ku penuhi, agar kamu bisa terus menghirup udara semesta ini. Aku telah berusaha, dan terus berusaha.

Logika mu menang dihadapan ku, tapi rasa ku tetap tak mengalah.

Entah sampai kapan, dan entah akan bagaimana. Kemesraan yang dulu ada diantara kita, ingat kah kamu? Akan kah kembali lagi terulang? Tidak kah kamu menginginkannya lagi? Mencintaiku  dengan cara melepaskan ku, hanyalah omong kosong belaka.

Saya Belum Mati

Hari ini 2 April 2017, setelah sebulan lebih saya tidak menulis di blog ini dengan tulisan terakhir Salah Adegan. Kembali membuka blog dengan pikiran kusut. haha

Diawal tahun 2017 ini pun saya sempat menulis ga jelas, welcome 2017. Entah bagaimana saya menuliskan tahun ini akan lebih berat. Dan BOOM, mulai awal maret lalu masalah bertubi-tubi datang tanpa disangka. Sampai sekarang pun semrawut. Masalah isi dompet, masalah hati (ini berat), dan kesehatan. Setiap pagi datang, berangkat kerja wajah ini harus diset semua aman terkendali. Senyum yang dipaksakan, tawa yang dikeraskan utntuk menyamarkan semua kegalauan. Continue reading

Selamat Datang 2017

Udah tujuh hari berjalan di tahun 2017, dan ini postingan pertama saya ditahun baru ini. Selamat tinggal 2016 dengan segala ceritanya, tersimpan jadi sejarah. Senang, sedih, marah ada disana semua.

google.com

google.com

Then, selamat datang 2017. Agak bingung sebenarnya buat impian di 2017 karena yang di 2016 pun ga kelar. Semoga 2017 bisa terwujud dengan impian tambahannya. Apa itu? Biarlah saya dan tuhan saja yang tahu.

Ga tau kenapa, 2017  ini punya feeling akan ada tantangan yang lebih berat, yang lebih menguras tenaga dan pikiran. Mohon doanya, semoga saya bisa menjalaninya dengan baik, pun begitu buat teman-teman.

So, I think no thing special di tulisan kali ini. Cuma gatel aja pengen nulis diblog, biar eksis kayak orang-orang. Heee,,,

Selamat menjalani pengalaman-pengalaman baru. Tetap semangat, dan jangan lupa senyum 😀

Menyerah Bukanlah Sebuah Pilihan

Sejak bulan November sampai dengan, setidak nya tadi pagi mood saya sangat jelek khususnya untuk melanjutkan bisnis online saya yang mandek lagi mandek lagi.

Mood jelek karena rencana akhir tahunnya buyar, gatot. Menyalahkan ini itu yang padahal tidak menyelesaikan masalah. Dua bulan ini uring-uringan ngurusin usaha. Padahal…. pengennya  banyak. Mimpinya selangit. Akhirnya target untuk mencapai itu semua MUNDUR LAGI. Mikirin solusi ga maksimal untuk keluar dari masalah yang dihadapin. Ga mau mikirin plan B yang jelas-jelas plan A udah ga bisa diharapkan sama sekali.

Mulai kemarin malam mulai maksain, buka laptop lagi. Searching sana sini (walaupun masih uring-uringan), dan tadi pagi…. saya nemu video yang saya saved. Yup… setidaknya bikin semangatnya mulai naik lagi.

Baca Juga: Kekonyolan yang Ku Nikmati

Kamu, yang juga lagi uring-uringan. Hilang semangat untuk to be a Winner, coba tonton video ini juga. Coba bayangkan, apa jadinya kalau dia memilih untuk menyerah

Jalan untuk menang tidak akan mudah. Akan ada batu yang menyandung. Ada jalan licin yang akan membuat tergelincir. Selama kita tidak berhenti dan menyerah, kita bisa ngelawatinnya kok

Selamat merangkai mimpi,, Selamat berjuang

Menjadi Aku yang Menyayangi mu

Apa daya ku dengan semua perbedaan ini, kau dan aku. Imaji ku yang kian membesar, untuk kita dapat bersama, haruskah ku tenggelamkan?

Aku masih berdiri disini, ditempat yang sama, menemani ditiap tangis mu, dalam susah…juga tawa. Tak selangkah pun aku beringsut mundur

Ya, persoalan hati dan cinta bisa buat orang melongo tak percaya. Melakukakan sesuatu yang ajaib. Mampu bertahan sejauh ini walau sakit. Mampu tersenyum walau cemburu. Dan aku masih tetap disini, ditempat yang sama

Entah kisah ini akan sampai mana, Entah kisah ini akan berujung seperti apa. Tak ku pikirkan… Ku hanya nikmati hari-hari selagi masih bisa bersama..

Tak usah lah kau pinta aku untuk melangkah. Mencari hati yang lain… Ku akan tetap seperti ini, entah sampai kapan. Menjadi aku yang menyayangi mu

Dan bila kau telah temukan dia,,, melangkahlah. Aku tak tahu harus berbuat apa dengan perbedaan ini. Aku tak kuasa menghalangi

Aku tetap disini, ditempat yang sama, menjadi aku yang menyayangi mu

Menangis Adalah Cara Terburuk Merayakan Kesedihan

Tentu tak semua sependapat dengan judul  diatas. Yap… saya pun begitu. Tapi tiba-tiba kalimat tersebut yang terlintas dalam pikiran saya.

Namun ada benarnya, karena menangis bisa menjadi pemicu pikiran negatif, rasa putus asa, terus berlarut dengan rasa sedih tersebut. Menghambat pikiran untuk bisa berfikir secara jernih, mencari solusi masalah, bangkit dari rasa sedih. Menyalahkan keadaan untuk alasan terus menangis.

tech.co

tech.co

Menangis lah terus… hingga air mata mu kering, basah, lalu kering lagi. Ratapi keadaan hingga waktu habis, melewatkan hal-hal yang seharusnya bisa ‘merayakan kesedihan’ lebih baik.

Atau….

Menangislah sewajarnya, cukup satu dua butir air mata yang dikeluarkan malam ini, tertidur, lalu esok pagi berdiri di depan rumah untuk menatap langit pagi yang luas, menghirup udara yang segar. Menjawab kokokan ayam dengan senyuman terbaik. Memulai aktifitas baru untuk ‘merayakan kesedihan’ mu dengan cara yang lebih baik!!!