Kesepakatan Hati dan Perasaan (2)

Kali ini perasaan tak mau diajak kompromi. Tiap kali logika membujuk, perasaan terus membrontak sangar. Tak ada lagi sepakat untuk logika. Rasa yang tumbuh begitu menggebu, rindu yang tertumpuk sudah memuncak, cinta yang deras tak lagi terbendung.

Namun….

Namun semua itu tersingkir dengan sikap mu yang begitu dingin. Realita yang belum dapat ku penuhi, agar kamu bisa terus menghirup udara semesta ini. Aku telah berusaha, dan terus berusaha.

Logika mu menang dihadapan ku, tapi rasa ku tetap tak mengalah.

Entah sampai kapan, dan entah akan bagaimana. Kemesraan yang dulu ada diantara kita, ingat kah kamu? Akan kah kembali lagi terulang? Tidak kah kamu menginginkannya lagi? Mencintaiku  dengan cara melepaskan ku, hanyalah omong kosong belaka.

(Visited 14 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *