Apa Kabar manusia Gadget?

Di zaman yang serba canggih ini, semua bisa diakses dengan cepat dan mudah. Media chating yang terus bermunculan untuk bisa menyapa orang-orang. Media social yang bisa menyebar luaskan informasi apapun dengan cepat dan mudah. Menonton sebuah acara yang jauh disana real time tanpa harus duduk di depan layar televisi.

Yup, semua terjangkau dengan semakin canggihnya bermacam teknologi gadget yang didukung dengan koneksi internet

Namun, benarkah kita sudah bersosial dengan benar?

Tidak munafik, saya pun ikut tergerus pada arus penggunaan gadget. Setiap hari pasti berselancar didunia maya. Entah itu mencari informasi, ngeblog, atau posting hal-hal penting dan tidak penting di media social.

Sekali lagi, sudahkah kita bersosial dengan benar? Kehadiaran gadget membuat kita menjelma menjadi manusia yang semakin individualis tanpa kita sadari. ‘Kata siapa? Lihat, gua banyak teman. Friends facebook ribuan, tiap kali posting dapat banyak like dan comment. Setiap kali nge-tweet banyak yg RT. So kata siapa gua orang yang individualis?

Pernahkah tersadar, andai saja kamu coba mematikan layar gadget mu satu menit saja. Mengangkat waja dan melihat sekitar. Ada banyak orang disekeliling mu yang menanti untuk diajak ngobrol secara langsung. Ada banyak orang disekeliling mu untuk diajak bercanda ria. Dimana interaksi yang terjadi akan jaauuuuuuh lebih hangat dibanding interaksi melalui sekedar layar terang sebuah gadget.

ulfahlawliet.blogspot.com

Akan lebih akrab ketika kamu berjabat tangan, ketika bersenda gurau berjalan dengan merangkul sahabat-sahabat. Bahkan ketika pertemuan berakhir akan masih menyisakan senyuman yang keseruannya tak akan pernah bisa digantikan oleh ‘pertemuan’ melalui layar gadget.

Terbayang, ketika kamu terus berkutat dengan layar gadget. Banyak moment yang banyak terlewatkan. Selamat ulang tahun yang hanya disampaikan via medsoc, moment pernikahan ¬†mendapatkan ucapat ‘Selamat ya, semoga jadi keluarga SAMARA’ hanya melalu medsoc, ketika sakit hanya mendapatkan comment ‘GWS ya bro…’ Bahkan ketika salah satu keluarga kita meninggal, teman mu yang katanya banyak itu hanya mengirim pesan ‘Gua ikut berbelasungkawa. Yang tabah ya…’

Saya bersyukur, telah tersadar dengan fenomena ini. Mulai mendisiplinkan diri untuk menggunakan media social untuk setting meet  up dengan teman-teman. 90% sebisa mungkin tidak menggunakan gadget ketika pertemuan berharga dengan para sahabat, dan mantengin gadget ketika benar-benar sendiri. Dan untuk yang saya ajak bertemu, namun masih asyik dengan gadgetnya, saya mengalah untuk tidak akan memulai, melanjutkan percakapan sampai kalian berhenti dengan gadget tersebut.

‘Melalui medsoc kamu akan bisa tau orang, tapi hanya dengan pertemuan kamu akan bisa mengenal orang’

(Visited 58 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *