Pembeli Bukanlah Raja

“Menurut saya, pembeli atau pun penjual mempunyai kedudukan yang sama sebagai Raja. Hee… Dengan kata lain, pembeli dan penjual saling berinteraksi, bernegosiasi untuk menghasilkan rasa sama-sama nyaman, sama-sama senang, dan sama-sama saling diuntungkan”

Pembeli Adalah Raja. Ini kalimat yang seriiiiing banget kita denger. Bahkan sejak saya kecil pun sudah mendengar ucapan ini. Belakangan, saya kembali berfikir. Benarkah, pembeli itu raja? Karena saya merasa ada sesuatu yang salah dengan ungkapan itu, apalagi dalam prakteknya.
Dengan bersenjatakan kalimat ‘Pembeli Adalah Raja’ tidak sedikit pembeli yang berbuat seenaknya, tanpa memperhatikan hak-haknya sebagai pembeli. Contoh yang paling sering [saya] temui mungkin dalam jual beli online. Via BBM, minta dikirimkan seluruh foto produk (walaupun sudah diarahkan ke web), kekeuh tetep minta dikirimin via BBM. Kalau ga diikuti bakal ada celetukan ‘gimana sih, pelayanannya ga OK’. Para pelaku ol shop, pernah mengalami ini? hee

dewitnet.com
Ya, untuk kasus diatas, tergantung kepada pelaku ol shop, bagaimana menyikapinya.
Dan kasus diatas hanya contoh yang coba saya paparkan. Tidak ada yang salah tentunya pihak pembeli meminta pelayanan terbaik. Namun, menurut saya kurang tepat bila dikatakan pembeli itu adalah raja. Menurut saya, pembeli atau pun penjual mempunyai kedudukan yang sama sebagai Raja. Hee… Dengan kata lain, pembeli dan penjual saling berinteraksi, bernegosiasi untuk menghasilkan rasa sama-sama nyaman, sama-sama senang, dan sama-sama saling diuntungkan.
Ya, saya mempersilahkan para pembaca setuju atau tidak dengan tulisan ini. Toh, semua orang punya pendapat dan sudut pandangnya masing-masing. Silahkan :)
Untuk para pedagang, yang mau tau rahasia jago jualanĀ BBM, silahkan dapatkan disini

(Visited 51 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *