Monthly Archives: April 2017

Sahabat Terbaik Dalam Penantian

Waktu, bukan lah sahabat terbaik untuk menemani dalam penantian

Ia tak mengenal terlambat dalam setiap tragedi

tak peduli lebih tepatnya

 

Ia berjalan sendiri, melangkah konstan

dengan ketukan yang selalu sama

Continue reading

Lobby Palsu

Didalam sana, di ruang yang tidak terlalu luas. Namun berpengaruh besar terhadap aktifitas sebuah bangunan. Ada yang menjerit-jerit, menangis penuh iba, menatap penuh harap, melolong sakit, geram akan keadaannya. Sayang, tak ada yang mendengar, tak ada yang melihat atau sekedar menoleh ke dalam. Ada yang menahan rindu begitu dalam, namun tak tahu harus berbuat apa.

Ya, tak ada yang mendengar.. tak ada yang melihat Continue reading

Kesepakatan Hati dan Perasaan (2)

Kali ini perasaan tak mau diajak kompromi. Tiap kali logika membujuk, perasaan terus membrontak sangar. Tak ada lagi sepakat untuk logika. Rasa yang tumbuh begitu menggebu, rindu yang tertumpuk sudah memuncak, cinta yang deras tak lagi terbendung.

Namun….

Namun semua itu tersingkir dengan sikap mu yang begitu dingin. Realita yang belum dapat ku penuhi, agar kamu bisa terus menghirup udara semesta ini. Aku telah berusaha, dan terus berusaha.

Logika mu menang dihadapan ku, tapi rasa ku tetap tak mengalah.

Entah sampai kapan, dan entah akan bagaimana. Kemesraan yang dulu ada diantara kita, ingat kah kamu? Akan kah kembali lagi terulang? Tidak kah kamu menginginkannya lagi? Mencintaiku  dengan cara melepaskan ku, hanyalah omong kosong belaka.

Saya Belum Mati

Hari ini 2 April 2017, setelah sebulan lebih saya tidak menulis di blog ini dengan tulisan terakhir Salah Adegan. Kembali membuka blog dengan pikiran kusut. haha

Diawal tahun 2017 ini pun saya sempat menulis ga jelas, welcome 2017. Entah bagaimana saya menuliskan tahun ini akan lebih berat. Dan BOOM, mulai awal maret lalu masalah bertubi-tubi datang tanpa disangka. Sampai sekarang pun semrawut. Masalah isi dompet, masalah hati (ini berat), dan kesehatan. Setiap pagi datang, berangkat kerja wajah ini harus diset semua aman terkendali. Senyum yang dipaksakan, tawa yang dikeraskan utntuk menyamarkan semua kegalauan. Continue reading