Monthly Archives: May 2015

Menanti Terang

Praaaakk!!
Hati itu berbentur keras dengan kekecewaan
disaat malam bulan sabit
disekitarnya tak ada lalu lalang
semua telah terlelap dalam kebahagiaan masing-masing
hanya hening, dan aliran deras air mata
mengikis rona merah yang sempat hadir dipipi
Continue reading

Mentari Datang Bersama Penyesalan

Kemarin hati ini terasa datar.

Hari ini terkaget dengan satu cerita
dan besok kau tak lagi disini
Seperti biasanya.
Kemarin seolah sepi
Hari ini hati begitu gaduh
dan besok, kau benar-benar tak lagi meramaikan hati ini
Seperti biasanya.
Tak ada waktu
Hari ini, aku merayu

Continue reading

Memenangkan Logika Atas Perasaan di Peperangan Cinta

*as writter, I suggest reading it while listening ‘Maliq & D Essentials – Mata Hati Telinga’ :)
  • #seharusnya ga perlu kaget apalagi galau dengar berita yg begituan
  • #seharusnya telinganya udah kebas ama suara2 yg begituan, walaupun its d first time ¬†actually
  • #seharusnya kan ga perlu sakit hati utk mengetahuinya
  • #seharusnya logika ini bisa mengalahkan perasaan. Oh… atau setidaknya perasaan ini bisa berdamai dengan logika
  • #seharusnya itu semua bisa dilupakan. Atau setidaknya, tidak lagi perlu diingat-ingat
  • #seharusnya itu semua bisa seperti semula, tanpa luka. Atau setidaknya, lukanya tidak perlu lagi kembali terbuka, melelehkan tetesan-tetesan merah segar
  • #seharusnya….. masih banyak lagi seharusnya seharusnya… yang sayangnya tidak cukup berhasil, mungkin bahkan gagal

Continue reading

Raja-raja Tak Tahu Diri

Atap bumi ini masih biru,
berhiaskan putih menerawang
Penerangnya tak tergantikan
Cahaya kuning dari sang surya

Hanya saja, raja-raja tak tahu diri
menuhankan uang, menyembah tahta
mengoleksi topeng didepan rakyat jelata
melambaikan tangan pada janda tua
mencibir manis pada anak kelaparan
Bersorak semangat pada umat sengsara
Continue reading

Aku Bersyukur Mencintaimu

Aku bersyukur mencintaimu
disaat siang datang menyengat
aku temukan dirimu dalam keindahan
bagai pelangi warna warni
mengajukan jawaban bahwa tak ada alasan engkau lelah dipandang

Aku bersyukur mencintaimu
dengan senyum dan tawamu
melambungkan diriku hingga ke angkasa sana
membuatku menjadi istimewa Continue reading

Titip Madu Rindu

Titip madu rindu, dari bunga untuk kumbang sayang
Sajian hati menyapa hati
Mengerling malu bersanding senyum
sapaan jemari kecil mengharap harapan besar
terbayang mimpi-mimpi, lukisan sejoli memadu cinta
beraromakan kasturi, bercahayakan pijar lilin merah
beralaskan mawar-mawar
beratapkan langit biru cerah dengan manik-manik
rembulan dan jutaan bintang

 

Published: 2 Agusuts 2011