Monthly Archives: May 2015

4 Tahun Warung Blogger

Sebelumnya maafkan Warung Blogger, saya telat menulis surat cinta untuk mu. Maafkan karena segala kesibukan dan rutinitas.

20150524_112145

Entah kapan tepatnya, lebih kurang tahun 2012 saya mulai mengenal sebuah komunitas yang sekarang menjelma menjadi salah satu komunitas blogger yang semakin besar Warung Blogger. Awalnya saya sekedar ingin sharing tulisan yang saya posting, namun semakin kesini Warung Blogger menjadi wadah yang lebih dari sekedar Retweet sebuah tulisan. Continue reading

Apa Kabar manusia Gadget?

Di zaman yang serba canggih ini, semua bisa diakses dengan cepat dan mudah. Media chating yang terus bermunculan untuk bisa menyapa orang-orang. Media social yang bisa menyebar luaskan informasi apapun dengan cepat dan mudah. Menonton sebuah acara yang jauh disana real time tanpa harus duduk di depan layar televisi.

Yup, semua terjangkau dengan semakin canggihnya bermacam teknologi gadget yang didukung dengan koneksi internet

Namun, benarkah kita sudah bersosial dengan benar?

Tidak munafik, saya pun ikut tergerus pada arus penggunaan gadget. Setiap hari pasti berselancar didunia maya. Entah itu mencari informasi, ngeblog, atau posting hal-hal penting dan tidak penting di media social.

Sekali lagi, sudahkah kita bersosial dengan benar? Kehadiaran gadget membuat kita menjelma menjadi manusia yang semakin individualis tanpa kita sadari. ‘Kata siapa? Lihat, gua banyak teman. Friends facebook ribuan, tiap kali posting dapat banyak like dan comment. Setiap kali nge-tweet banyak yg RT. So kata siapa gua orang yang individualis? Continue reading

Lika Liku Bisnis Online

Jujur, beberapa waktu belakangan ini lagi pusing banget mikirin bisnis online yang sedang saya jalankan. Sudah 3 tahun mengenal bisnis online, gonta ganti produk yang dijual. Awal tahun ini saya akhirnya mutusin fokus disatu jenis produk. Berdiri dengan sebuah nama online shop yang saya beri nama ANarts¬†Hijab. Alhamdulillah… mulai menemukan sela target market yang sesuai. Walaupun jualan belum benar-benar fokus karena saya pun masih nyambi kerja, tapi hasilnya lumayan. Omzet yang saya targetkan dalam seminggu bisa dicapai hanya dalam dua hari saja. Entah target yang terlalu rendah, karena sebelumnya sulit bagi saya pribadi untuk mencapainya.

Dari awal yang saya sadari, apapun jenis bisnisnya tidak akan selamanya mulus. Sekarang saya mengalaminya. Supplier saya berhenti jualan, ia beralih ke produk lain karena satu dua alasan. Fiiuuhh.. kecewa. Tapi tidak ada gunanya menyalahkan. Ini tantangannya!! Mencari supplier kesana-kemari, tanya sana sini dan sampai saya menulis ini, saya masih belum menemukan supplier yang cocok. Cocok dalam artian dari segi model, harga, dan sistem yang diterapkan. Continue reading

Pilihkan Satu Untukku

Awalnya terucapkan secara spontan, lalu sekitar Sebulan yang lewat saya posting ini disalah satu akun onlineshop saya. Kesini-sini seneng ngulang baca doa ini, sekaligus merubah kalimat saya, dalam memohonkan jodoh kepada NYA :)

Ya Rabb, pilihkan satu untukku yang terbaik menurut Mu, seseorang untuk menjadi teman hidup yang halal untuk ku genggam jemarinya Continue reading

Makan Cinta Emang Bisa Kenyang?

Lagi, cerita tentang cinta, hati dan perasaan ga akan pernah habisnya. Ada senyum tersendiri, ada keseruan tersendiri bagi setiap orang ketika bercerita tentang cinta.

Dengan alasan klasik itu, biarkan saya untuk menulis tentang cinta. Bukan tulisan galau, tapi ditulis dengan logika dan coba disusun dengan perasaan

Entah ¬†si perempuan sendiri, atau pun orang tua perempuan yang bertanya, ‘Kamu sudah punya apa berani melamar ku/anak ku?’ ketika sang lelaki ingin melamar gadis pujaannya. ‘Saya punya cinta yang besar dan tulus’ Jawab si lelaki percaya diri. Continue reading

Pembeli Bukanlah Raja

“Menurut saya, pembeli atau pun penjual mempunyai kedudukan yang sama sebagai Raja. Hee… Dengan kata lain, pembeli dan penjual saling berinteraksi, bernegosiasi untuk menghasilkan rasa sama-sama nyaman, sama-sama senang, dan sama-sama saling diuntungkan”

Pembeli Adalah Raja. Ini kalimat yang seriiiiing banget kita denger. Bahkan sejak saya kecil pun sudah mendengar ucapan ini. Belakangan, saya kembali berfikir. Benarkah, pembeli itu raja? Karena saya merasa ada sesuatu yang salah dengan ungkapan itu, apalagi dalam prakteknya.
Dengan bersenjatakan kalimat ‘Pembeli Adalah Raja’ tidak sedikit pembeli yang berbuat seenaknya, tanpa memperhatikan hak-haknya sebagai pembeli. Contoh yang paling sering [saya] temui mungkin dalam jual beli online. Via BBM, minta dikirimkan seluruh foto produk (walaupun sudah diarahkan ke web), kekeuh tetep minta dikirimin via BBM. Kalau ga diikuti bakal ada celetukan ‘gimana sih, pelayanannya ga OK’. Para pelaku ol shop, pernah mengalami ini? hee

Continue reading

Ini Zamannya Instagram

Era social media!!! Yap… hari gini kalau kamu ga punya media social kurang lengkap rasanya. Lebih kurang begitu. Walau ada beberapa orang yang tetap bertahan untuk tidak menggunakannya. Atau, sekurang-kurangnya punya namun tidak terlalu aktif menggunakannya.
Hebatnya, dulu penggunaan social media pada awalnya dimanfaatkan oleh sedikit orang untuk mengais rezeki. Hingga pada saat ini, banjiiiir. Orang berbondong-bondong menggunakan media social untuk berjualan atau biasa kita sebut dengan On Line Shop. Mulai dari menggunakan facebook, twitter, path, dan juga instagram semua dimanfaatkan untuk optimalisasi penjualan.

Continue reading

Faktor Langit

“Ga bisa dipungkiri, segala sesuatu yang kita lakukan, dan apa yang kita dapatkan, pasti sudah melalui izin NYA. Ketika sejuta umat manusia bersatu untuk berusaha mencegah suatu kejadian, namun bila Allah tetap berkehendak, maka terjadilah ia. Dan bila sejuta umat manusia bersatu untuk berusaha agar terjadi suatu kejadian, namun bila Allah tidak berkehendak, maka tidak akan pernah terjadi”

Ketika segala macam usaha sudah dilakukan untuk mencapai sesuatu, sudah evaluasi sana sini namun tidak juga berhasil, mungkin kesalahannya ada pada ‘faktor langit’, yang jarang kita sadari.

Continue reading

Jual PALUGADA, Bisa Sukses?

Base on Experience:
Para pengusaha sukses sering menyarankan, kalau ingin berhasil dalam berbisnis maka fokuslah pada satu bidang/produk saja. Tekuni, kuasai, jadilah ahli dalam bidangnya.
Alias jangan PALUGADA (aPA LU mau GuA aDA)
kenapa?
kesimpulan saya setelah 2 tahun
Awalnya saya juga berfikir kalau menjual banyak produk akan lebih banyak costumer, lebih gampang closing, omzet lebih meljit dan ujung-ujungnya profit ‘tebal’. Tapi pada kenyataannya kok tidak?

Continue reading